History/Sejarah
ITWN was firstly established on February 9, 1999 at the Seloliman Environmental Education Center, Trawas, Mojokerto, East Java, Indonesia by 18 NGOs: PPLH Seloliman, Walda, Evergreen Indonesia, PPLH Bali, Sankari, Lembaga Riset Advokasi, ELSPPAT, YBL Masta, YPKMK, INRIK, YCHI, LPMA, YCM, LP2MD, Yayasan Dian Tama, Patasarlingkara, Gugus Analisis, and Yaseru. Currently ITWN has 61 member organizations and individuals in 11 provinces in Indonesia.
JKTI lahir pada 9 Februari 1999 di PPLH Seloliman-Mojokerto–Jawa Timur. Diinisiasi oleh 18 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yakni : 1) PPLH Seloliman, 2) Yayasan Semesta Biru, 3) PPLH Bali, 4)Yayasan Evergreen Indonesia, 5) ELSPPAT, 6) Gugus Analisis, 7) INRIK, 8) PATASARLINGKARA, 9) Yayasan Dian Tama, 10) Yayasan Cakrawala Hijau, 11) WALDA, 12) Lembaga Riset Advokasi, 13) SANKARI, 14) Yayasan Citra Mandiri, 15) LPMA, 16) LPKMK, 17) YP2MD, 18) YBL Masta bersepakat untuk mendeklarasikan sebuah Jaringan Kerja Sama antar LSM dan Individu yang diberi nama “Jaringan Kearifan Tradisional Indonesia (JKTI). Pendeklarasian ini setelah melalui proses lokakarya “Konservasi Indigenous Knowledge” selama 2 hari yang dilaksanakan oleh Yayasan Semesta Biru dengan dukungan pendanaan oleh GEF-SGP.
Vision/Visi
Towards a society which is based on the cultural pluralism
Terwujudnya tatanan masyarakat yang dilandasi oleh kemajemukan akar budaya
Mission/Misi
To strengthen and sustain the traditional wisdom of the local community to be the base of the social life, environment conservation and sustainable development
Melestarikan dan menguatkan kearifan tradisional untuk menjadi dasar bagi kehidupan masyarakat
Critical Issues 2008 - 2011/Isu Strategi 2008 - 2011
- Intellectual Property Rights Community Base/ Advokasi HaKI Tradisional
- Conservation Environment and Biodiversity/Konservasi Keaneka ragaman hayati dan Lingkungan
- Local Economic Strengthening/Pengembangan dan penguatan ekonomi lokal untuk menghilangkan ketergantungan system ekonomi global







